21 Mei 2013
Beras Rusak Diedarkan
BANDARLAMPUNG
– Menjaga ketahanan pangan sudah menjadi tugas utama Badan Urusan
Logistik (Bulog). Tetapi, harus manusiawi. Bukan malah mendistribusikan
beras tak layak konsumsi kepada warga miskin. Dalam tempo kurang sepekan
ini, hal itu terjadi di Bulog Subdivre II Lampung Utara dan Bulog
Subdivre Bandarlampung. Tak pelak, Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati)
Lampung turun tangan mengusut oknum-oknum yang mencoba mengambil
keuntungan.
Di Lampura, polres setempat menemukan puluhan karung
beras asal Jombang, Jawa Timur (Jatim), yang tak laik konsumsi diedarkan
Bulog.
’’Kami cross check dan meminjam satu karung beras untuk
dijadikan sampel. Dan di karung beras itu tertulis Jombang-Jatim.
Berdasar informasi, beras tersebut masuk sekitar bulan Februari-Maret
2013,” ujar Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lampura Iptu
Suprianto mewakili Kapolres AKBP Frans Sentoe kemarin (20/5).
Terkait
adanya beras yang sudah disebar ke masyarakat, Supri –sapaan akrabnya–
mengungkapkan, sudah sekitar 70 ton dari 1.000 ton beras asal Jombang
itu yang tersebar.
’’Nah sisanya tidak jadi dibagikan karena ada
komplain dari masyarakat waktu itu. Dan, kami mendapat informasi ada
beberapa truk fuso yang datang buat membawa beras itu kembali ke
Bandarlampung. Makanya, kami melakukan cross check,” jelasnya.
Masih
menurut Supri, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap Kepala
Bulog Subdivre II Lampura Agus Siswantara dengan alasan pembagian beras
yang diduga tidak laik itu sudah dihentikan dan telah diganti dengan
beras Vietnam. ’’Kami masih berkoordinasi dengan Polda Lampung,”
katanya.
Sementara saat Radar Kotabumi (grup Radar Lampung)
mendatangi kantor Bulog Subdivre II Lampura di Jalan Soekarno-Hatta
pukul 11.30 WIB kemarin, Kepala Bulog Subdivre II Lampura Agus
Siswantara dan Kasi Pelayanan Publik (PP) Dedi sedang tak berada di
tempat.
’’Tidak ada. Semuanya staf. Pak Kepala tidak ada. Begitu
juga Pak Dedi. Sedang keluar,” ujar Ardi, petugas satuan pengamanan
(satpam) di pintu masuk kantor tersebut, kemarin.
Terpisah,
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Lampung angkat bicara terkait
kulitas buruk raskin Lampura. ’’Setiap beras yang rusak atau tidak laik
wajib untuk diganti,” tegas Humas Bulog Divre Lampung Susan kepada Radar
Lampung kemarin.
Tidak hanya itu, Bulog Subdivre Lampura juga
diwajibkan turun lapangan guna mengecek hal tersebut. ’’Sebelum ada
laporan baru dari masyarakat, mereka memang harus turun untuk mengecek
dan mendata kemungkinan hal serupa di wilayah tersebut,” ujarnya.
Susan mengatakan, hal itu wajib menjadi pembelajaran agar setiap
gudang Bulog jeli. Terlebih, jumlah yang tersimpan untuk kemudian
didistribusikan tidaklah sedikit.
’’Saya akui hal tersebut
sangat berpeluang untuk terjadi. Sebab, jumlah yang kami awasi hingga
ribuan ton. Tetapi dalam hal ini, Bulog siap untuk lebih meningkatkan
pengawasan dan ketelitian,” ujarnya.
Di bagian lain, Kasi
Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Lampung Heru Widjatmiko
menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait proses
pengadaan beras dari Jawa Timur bisa masuk ke Lampung. ’’Akan kami lihat
bagaimana prosesnya. Jika ditemukan ada pelanggaran, tentu akan kami
usut,” ucapnya.
Sementara terkait penyidikan beras oplosan
yang dipergoki polisi di gudang Bulog Bandarlampung, Kapolresta
Kombespol M. Nurochman mengatakan telah memanggil tiga dari staf Bulog
Divre Lampung.
’’Pengoplosan dilakukan mulai awal Mei lalu
antara beras asal Jawa Timur dengan beras Vietnam. Kualitasnya sangat
buruk, berwarna kuning dan berdebu,” bebernya.
Dari pengakuan
tiga staf tersebut, pengoplosan dilakukan dengan komposisi 1 berbanding
3. Yaitu 1 karung beras asal Vietnam kualitas baik berukuran 50 kg
dicampur 3 karung beras lokal asal Jawa Timur.
(red/rid/rnn/eka/asy/p3/c1/ary)
http://www.radarlampung.co.id/read/berita-utama/59089-usut-oknum-bulog-celaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar