Kamis, 28 Agustus 2014

6.994 TKSK SIAP KAWAL DISTRIBUSI RASKIN

Kamis, 28 Agustus 2014

SAPA - Sebanyak 6.994 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) siap mengawal penyaluran raskin bagi 15,5 juta masyarakat miskin di seluruh Indonesia.

Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial Hartono Laras ketika dihubungi menjelaskan, penunjukan TKSK dalam program raskin tahun 2014 ini merupakan bagian dari upaya

perbaikan program raskin yang sebelumnya dikritisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Para TKSK ini sudah mendapat pelatihan sebelumnya. Mereka akan mengawasi proses penyalurannya, agar tepat sasaran dan tepat jumlah serta kualitasnya memenuhi standar yang ditentukan pemerintah," kata Hartono, Kamis.

Seperti diketahui, Kemensos menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada program raskin yang pada 2014 anggarannya mencapai Rp18,8 triliun. Raskin diberikan untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran sebanyak 15 kilogram per bulan setiap rumah tangga.

Ketika ditanya tentang banyaknya masyarakat yang mengeluhkan kualitas beras yang diterimanya, Hartono mengatakan Kementerian Sosial sudah meminta Perum Bulog mengganti beras subsidi untuk warga miskin (raskin) dengan kualitas yang baik.

Menururtnya, beras tidak layak hanya kasuistis sifatnya, sebab tidak terjadi di semua daerah.

Ia menjelaskan Kemensos sudah melakukan upaya perbaikan, misalnya dengan membentuk tim verifikasi melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

Selain itu, Kemensos juga meminta pengawalan program raskin dari Irjen Kemensos untuk intern, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta KPK. "Kita juga membentuk tim percepatan dan pengendalian pembayaran beras," ujarnya.

Ia menambahkan, peluncuran program raskin akan diselenggarakan serentak di Indonesia pada hari Jumat dan peresmian simbolisnya dilakukan oleh Menteri Sosial di Kantor Kemensos di Jakarta.

Sumber: Poskotanews dot com

KUALITAS BERAS BULOG DI SUBANG SANGAT BURUK

Rabu, 27 Agustus 2014

Penerima bantuan beras bagi keluarga miskin atau RASKIN disejumlah wilayah di Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi Subang, mengeluhkan bantuan yang mereka terima karena kualitasnya buruk dan tak layak konsumsi.

Menurut warga penerima bantuan RASKIN, Beras yang mereka terima kali ini banyak yang hancur , berbau apek, berkutu dan berwarna kuning. Selain berkualitas buruk, beras raskin ini juga datang terlambat.


http://kemuningtv.com/kualitas-beras-bulog-di-subang-sangat-buruk

Rabu, 27 Agustus 2014

Warga Cireng Tolak Raskin

Rabu, 27 Agustus 2014

RUTENG, TIMEX - Warga Desa Cireng Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai menolak alokasi beras untuk masyarakat miskin (raskin) bagi ratusan penerima. Mereka mengembalikan raskin ke kantor Subdivre Ruteng.
Pasalnya, jatah raskin tersebut tidak sesuai karena sudah disunat oleh pihak tertentu. "Kita kembalikan saja raskin tersebut ke kantor Bulog dalam karung tertulis 15 kg tetapi banyak karung berlubang, sehingga diduga beratnya tidak sesuai," kata Markus Jenaru, salah satu warga kepada Timor Express, Senin (25/8).
Dikatakan, Jumat (22/8) lalu, petugas Bulog Ruteng mengantar jatah raskin untuk 159 orang penerima di desa itu. Sebelum diserahkan, petugas membuat berita acara dan ditandatangani oleh kepala desa. Namun setelah dicek, ternyata banyak karung berlubang dan beras sebagian besar tidak sesuai takarannya.
Karena itu, Sabtu 23 Agustus lalu warga melaporkan kasus tersebut ke Bagian Ekonomi Setda Manggarai kemudian disarankan untuk menyampaikan langsung ke Bulog Ruteng.
"Karena itu, kami antar kembali semua beras tersebut, sebab tidak sesuai takaran yang tertera," ujarnya.
Dikatakan, warga menduga beras tersebut telah disunat oleh pihak tertentu baik di gudang maupun dalam perjalanan ke Desa Cireng. Karena itu, warga meminta agar memperhatikan persoalan seperti ini sehingga tidak merugikan masyarakat.
Terpisah, Kepala Subdivre Ruteng, Imanuel Louk membenarkan hal itu. Dikatakan, warga mengembalikan raskin yang karungnya sudah bocor. Memang kelihatan ada kekurangan berat.
Imanuel menegaskan, semua jatah raskin untuk warga sebanyak 159 orang penerima diganti seluruhnya. "Benar ada pengembalian dan kita ganti seluruhnya beras tersebut," ujarnya.
Dikatakan, jumlah beras yang dialokasikan sebanyak 14,320 kg jatah raskin dari Juli sampai Desember tahun ini. “Karena ada penolakan, maka seluruhnya kita ganti apalagi sebagian besar masyarakat penerima menolak raskin yang bocor tersebut,” ujarnya.
Anggota DPRD Manggarai, David Suda meminta Subdivre Ruteng tidak menyalurkan beras yang tidak sesuai takaran. Jika sudah ada indikasi karung bocor atau berat bersihnya kurang, maka Bulog tidak perlu menyalurkan, sebab berisiko bagi masyarakat. "Kalau sudah ada karung yang bocor, maka tidak perlu dibagikan kepada warga karena yang jelas beratnya tidak sesuai," katanya. (kr2/ays)


Selasa, 26 Agustus 2014

DUA PEGAWAI BULOG DIPERIKSA 7 JAM

Selasa, 26 Agustus 2014

KEJAKSAAN, (KP).- Dengan menggunakan mobil Toyota Kijang Inova nopol D 1239 BH, Senin (25/8/2014) sekitar pukul 10.00 WIB, dua pe­gawai Bulog Bidang Penga­wasan Divisi Regional (Divre) Jabar, Agus Surya, SH, MM, dan Drs. Rizaldi, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Tasik­malaya.
Kedatangan keduanya untuk menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Penyi­dik Ke­jaksaan Negeri Tasikma­laya yang dipimpin langsung oleh Tris, SH, koordinator Pe­meriksa dari Kejaksaan Tinggi Ban­dung, terkait dugaan penye­le­wengan beras di Gudang Bu­log Tasikmalaya senilai Rp 2,2 mili­ar.
Pemeriksaan yang dilakukan di Ruang Kajari itu berlangsung sekitar 7 jam, dan dengan dise­lingi dua kali waktu istirahat. Pemeriksaan baru berakhir se­ki­tar pukul 17.30 atau menjelang azan Magrib.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ta­sikmalaya, Endy Lazuardy, SH, didampingi salah seorang ang­gota tim, Dr. Eman Sungkawa, SH, MH, seusai pemeriksaan ke­pada “KP” mengatakan, la­ma­nya proses pemeriksaan itu dikarenakan harus menyama­kan dengan bukti-bukti yang ada.
“Kita harus menyamakan dan melakukan pemeriksaan de­ngan barang bukti dari 32 re­kan­an yang ikut memasok beras ke Bulog tersebut. Sebetulnya kedua orang tersebut menjelaskan proses pemasukan dan pencairan beras. Hal itu hanya menguatkan saja, sebab keduanya pun sudah di-BAP, dan tadi kita sempat meminta data pelengkap dari kantor Bulog Ciamis,“ ujarnya.
Lebih jauh Eman Sungkawa menyebutkan bahwa pemeriksaan dan data sudah lengkap, tinggal memanggil tersangka­nya saja, dan itu akan dilakukan pada Senin pekan depan (2/9/­2014). Akan tetapi ketika dita­nya­kan, apakah akan dilakukan penangkapan, Eman tidak menjawabnya.
“Dari pemeriksaan tadi kita sudah bisa menyimpulkan besaran selisih beras yang merupakan besarnya kerugian yang diderita sesuai dengan hasil pemeriksaan di lapangan. Dengan minta bantuan dari Kejari Kara­wang, minggu depan kita akan memanggil tersangkanya, karena yang bersangkutan beralamat di sana,“ ujarnya.
Sebagaimana diberitakan “KP” sebelumnya, Perum Bulog Sub Divre Ciamis Sub Dolog Gudang Mitra Batik dan Mang­kubumi, Kota Tasikmalaya, ha­rus menelan kerugian mencapai kurang lebih Rp 2,2 miliar akibat terjadinya dugaan penye­lewengan pengadaan beras.
Kasus itu terungkap berawal dari laporan dugaan penyele­wengan pengadaan beras. Pe­nyelewengan itu diduga dengan cara membuat laporan fiktip tentang pengadaan beras. Dari hasil pemeriksaan sebelumnya terungkap, kejadiannya bera­wal sejak pertengahan bulan Ma­ret, dan ditemukan pada bulan Mei 2011.
Saat itu pengadaan beras dila­kukan dengan terlebih dahulu melakukan pembayaran kepada sejumlah rekanan penga­daan beras. Dan dengan cara itu disinyalir banyak rekanan yang pada kenyataannya tidak me­nye­torkan beras yang dipesan.
Karena tidak sesuai antara uang yang dibayar dengan keberadaan beras yang masuk, ma­ka laporan pun di-”mark-up”.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dirilis kejaksaan, pa­da saat itu kerugian yang diderita Bulog mencapai 312 ton be­ras atau setara dengan Rp 2,2 miliar lebih jika dikalikan harga per kilogramnya Rp 6.450. E-45***


Kualitas Raskin Buruk, Warga Meranti: “Memangnya Kami Itik?”

Senin, 25 Agustus 2014

Gagasanriau.com Selat Panjang-Warga Kelurahan Selat Panjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluhkan beras Miskin (Raskin) yang diterimanya dari Rukun Tetangga (RT) setempat, warga yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi di rumahnya  oleh Gagasanriau.com (25/8/14) di Jalan Dorak Gang. Syawal mengeluhkan kondisi beras yang tidak layak konsumsi.

“Sebenarnya beras yang diberikan kepada kami bukanlah beras yang layak kami makan ini (beras. Red) seperti makanan itik, apakah kami ini sama dengan itik”keluhnya.

“Beras yang kami beli 15 kg seharga 33 ribu ini bagi kami adalah beras yang mahal dan kondisinya sangat parah, kami tau kami adalah masyarakat yang susah mau tidak mau kami harus mengambil beras ini karena kalo tidak di ambil kami tidak akan mendapatkanya lagi di kemudian hari”sambung warga tersebut.

Warga tersebut berharap, kedepan pemerintah setempat bisa lebih selektif dan memperjuangkan agar pendistribusian beras kepada warga yang tidak mampu diperhatikan juga kualitasnya.

Sekretaris Camat Kecamatan Tebing Tinggi H. Edi M. Nur saat di hubungi di kantornya mengatakan bahwa kemungkinan hanya ada beberapa tempat saja raskin berkualitas buruk namun menurutnya lagi, tidak semua beras yang seperti itu.

“Kedepan kami akan lebih berhati-hati lagi dalam menyalurkan beras ini, kami selaku instansi mohon maaf kalo ada yang mendapatkan beras yang kurang layak”ungkap Sekcam.

Dilain tempat, Dedi Putra, SHi selaku Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya juga mengeluhkan Beras Raskin yang di dapatkan oleh Masyarakat.

“Beras ini merupakan makanan dan akan menjadi darah daging bagi mereka kedepan saya berharap tidak lagi terjadi hal seperti ini kalo memang beras itu tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat tidak perlu dibagikan”tegas Dedi.

“Kalo seandainya terjadi juga kami selaku Dewan yang terkait akan memanggil instansi yang terkait penyaluran Raskin ini, kalo mereka tidak mampu untuk mengelola lebih baik mundur saja dari jabatanya”tegas Dedi Putra.

Endriyal Tanjung

http://gagasanriau.com/kualitas-beras-buruk-warga-meranti-memangnya-kami-itik/

BERKUTU DAN BERDEBU

Senin, 25 Agustus 2014

Tanah Merah (Global)
Kualitas beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) kali ini kurang baik kualitasnya. Ketika dimasak beras tidak enak/lembek dan harus dicampur dengan beras lain baru enak dimakan,ujar Sumita (40) salah seorang warga Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Inhil Kepada www.riau-global.com Minggu (24/8).

'Saat hendak memasak terlebih dahulu dicampur beras lain baru enak dimakan,' ujar ibu rumah tangga ini.

Kendati dengan kondisi beras Raskin seperti ini, sebenarnya enggan untuk mengambilnya, kalau tidak diambil takutnya trip berikutnya tidak dikasih lagi,keluhnya.

Sementara itu, Mak ida (38). yang juga merupakan warga penerima Raskin juga mengutarakan hal yang sama. Dikatakannya, beras Raskin kali ini banyak sampah/berkutu dan berdebu, setelah ditampipun masih juga seperti itu.

'Kita menerima 7,5 kg perumahnya dengan membayar sebesar Rp  23.000 (dua puluh tiga ribu ),'ujarnya.
Menurutnya, dulu beras Raskin bagus tidak seperti ini kondisinya.

Dengan ini, ia berharap sangat bantuan pemerintah terkait agar dapat memberikan bantuan beras yang kualitasnya lebih bagus, karena beras tersebut juga kita beli,tegasnya.(Sb)


Senin, 25 Agustus 2014

Warga di Kandanghaur Protes Beras Raskin Kualitasnya Buruk

Senin, 25 Agustus 2014

KBRN, Indramayu : Warga miskin di Kecamatan Kandanghaur Indramayu di Blok Cilet RT 03/RW 07 Desa Karanganyar mengeluhkan pembelian beras miskin (raskin) di desanya yang kualitasnya buruk. Masyarakat yang membeli raskin melalui pemerintahan Desa Karanganyar pantas merasa kecewa, karenanya raskin yang seharusnya kualitas sangat buruk.

Raskin yang didistribusikan kepada warga Desa Karanganyar Blok Cilet RT03/RW 07 Kecamatan Kandanghaur Indramayu itu setelah diselidiki ternyata berasal dari Gudang Dolog Losarang.

Salah seorang Ibu rumah tangga, Wasri dihubungi RRI, Senin (25/8/2014) mengemukakan, membeli raskin awalnya digunakan untuk di konsumsi anggota keluarga. Namun setelah melihat kenyataan kualitas raskin yang jelek, maka raskin itu tidak pantas dikonsumsi untuk keluarganya.

"Raskin lebih pantas menjadi pakan bebek. Selain banyak mengandung menir yang mencapai 40 persennya raskin juga bau apek dan berbubuk,” ungkapnya kecewa.

Melihat beras raskin yang rusak itu warga menilai raskin hanya pantas diberikan untuk pakan bebek.

"Karena kualitasnya jelek, raskin itu tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Kami terpaksa memberikan raskin itu untuk pakan ternak saja,” terangnya.

Warga mengharapkan Pemkab mendesak kantor Dolog Sub Drive Indramayu mengganti kualitas raskin dengan beras layak konsumsi. (Yusuf/SAS/WDA)

http://www.rri.co.id/post/berita/99059/ruang_publik/warga_di_kandanghaur_protes_beras_raskin_kualitasnya_buruk.html