Selasa, 28 Juli 2015

Hari Ini Satu Orang Bulog Dipanggil Sebagai Tersangka Kasus Raskin Berkutu

Selasa, 28 Juli  2015  

suarabojonegoro.com - Akhirnya kasus raskin tidak layak konsumsi yang didistribusikan untuk rakyat miskin (raskin) di Desa Jumok Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro menetapkan satu tersangka.

"Sudah ada satu tersangka, besok Selasa (28/7) (hari ini.red) akan kami panggil sebagai tersangka," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser.

Menurutnya satu tersangka tersebut adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas pendistribusian raskin di Desa Jumok Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro yang berkwalitas buruk dan tidak layak konsumsi.

"Tersangka orang dari pihak Bulog bukan rekanan," tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres juga memaparkan satu tersangka yang merupakan salah satu kepala di Bulog Subdivre 3 Bojonegoro hari ini akan dipanggil sebagai tersangka dan jika tidak datang maka akan ada panggilan kedua dan penjemputan paksa.

"Ada beberapa pelanggaran hukum yang dilanggar salah satunya adalah UU Pangan," tandas AKBP Hendri. (Ney)

http://www.suarabojonegoro.com/2015/07/hari-ini-satu-orang-bulog-dipanggil.html

Bisnis Raskin di Ambon Menggiurkan

Senin, 27 Juli 2015

AMBON - Penjualan beras untuk rakyat mis­kin (Raskin) yang selama ini terjadi di se­jumlah desa di Ambon diduga tak sesuai de­ngan ketentuan. Karena ternyata masih ada kelurahan/desa di Kota Ambon yang me­ngambil untung dari penjualan raskin di masyarakat. Nyatanya, harga beli raskin di Bulog lebih rendah dari harga jual ke masya­rakat. Selisihnya bisa Rp 400 per kilogram.

Sesuai ketentuan setiap KK mendapat ja­tah 15 kilogram raskin setiap bulannya. Masya­rakat yang mendapat kupon bisa lang­sung datang ke kantor desa/kelurahan untuk mem­beli raskin. Namun, harga per karung yang dijual desa kepada masyarakat sebesar Rp 31.000. Padahal kalau dihitung hitung, har­ga beli dari bulog Rp 1.600 per kilogram atau Rp 24.000 per karung.

Salah satu warga Kapaha, Ke­lurahan Pan­­dan Kasturi, Rahma mengaku setiap mem­­beli raskin dirinya harus membayar Rp 31 .000. Ia pun tidak mengetahui harga per kilo­gram yang dijual bulog kepada pihak desa/kelurahan.

“Kita biasa beli harganya Rp 31 ribu. Kita ju­ga tidak tahu harga perkilonya. Karena kan dijatahi sekarung ukuran 15 kilo,” ujarnya, Sabtu (25/7).

Ia menandaskan, pihaknya juga tidak pernah mau bertanya-tanya kepada pihak kelurahan. Lantaran mendapatkan jatah raskin saja, dirinya sudah sangat bersyukur.

Setelah koran ini melakukan konfirmasi dengan Kepala Bidang Pe­layanan Perum Bulog Maluku-Maluku Utara, Kadir Kosso, ia mengaku kaget di Kota Ambon ada desa/kelurahan yang menjual dengan harga demikian.

“Kalau diluar Ambon dijual agak mahal memang wajar. Karena ada biaya transportasi dengan ja­rak yang cukup jauh. Tapi kalau di dalam kota, harga itu tergolong ma­hal,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, Bulog tidak memiliki kewenangan untuk me­netapkan standar harga jual ras­­kin. Lantaran, yang diketahui, Bulog menjual raskin kepada dis­tri­butor atau desa/kelurahan/keca­matan dengan harga Rp 1.600 per kilogram. Untuk selanjutnya mau dijual berapa, Bulog tidak memiliki kewenangan sampai kesitu.

“Kalau harga jual demikian. Itu terserah masyarakat saja. Kalau mereka tidak keberatan ya tidak apa-apa,” tukasnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa ke­mungkinan yang membuat har­ga jual mahal. Bisa saja, pihak de­sa/kelurahan menaikkan harga jual, guna membayar upah petugas yang melayani masyarakat mem­beli raskin atau kemungkinan-kemung­kinan lainnya yang buat harga jual menjadi mahal. (CR5)

http://www.kabartimur.co.id/index.php/amboina/item/9180-bisnis-raskin-di-ambon-menggiurkan

Senin, 27 Juli 2015

Kerap Susut, Pemkab Lebak Diminta Sediakan Timbangan di Titik Distribusi Raskin

Minggu, 26 Juli 2015

LEBAK, indopos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lebak,B anten, dalam hal ini Bagian Ekonomi, diminta untuk mengalokasian bantuan timbangan di setiap titik distribusi beras untuk orang miskin (raskin) yang ada di Kabupaten Lebak, karena banyak ditemukan adanya penyusutan volume raskin yang sampai ke penerima manfaat.

”Berdasarkan hasil pantauan dilapangan, dibeberapa titik pendistribusian raskin  ditemukan adanya penyusutan berat dari raskin.Karena selama ini kebanyakan hanya menghitung jumlah karung yang dikirim, tanpa tahu berat dari raskin yang berada dalam karung itu,”  ujar Ahmad Syarif, seorang aktivis dari Komunas di Rangkasbitung, Minggu (26/7).

Oleh sebab itu menurut Syarif, tidak ada salahnya Pemerintah Kabupaten Lebak menyediakan timbangan di setiap titik pendistribusian Raskin.Karena sangat penting untuk menakar berat beras yang dialokasikan, karena selama ini kami mensinyalir timbangan atau berat raskin tidak stabil. Dan selama melakukan pantauan dibeberapa titik ditemukan adanya dugaan kekurangan volume disetiap karungnya.

“Kami mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini bagian ekonomi untuk mengalokasikan dana untuk pengadaan timbangan disetiap titik pendistribusian raskin," katanya.

Sementara kepala Subdivre Badan urusan Logistik (Subdivre Bulog) Lebak, Herman Sadik yang dikonfirmasi,terkait tudingan adanya pemgurangan volume raskin menegaskan, isu seperti itu tidak ada dan tidak benar adanya dan terkesan mengada ada.

“Saya pastikan,volume raskin sesuai dengan yang tertera dalam karung, dan tidak ada pengurangan jumlah dan volume yang ada di kemasan milik Bulog,” katanya.

Bahkan Herman menantang kepada pihak pihak yang mencurigai adanya pengurangan volume raskin dalam karung, untuk dapat membuktikan tudingannya,” Silahkan buktikan,jika menemukan adanya pengurangan volume raskin,saya siap untuk bertanggungjawab,” tegasnya.(yas)

http://www.indopos.co.id/2015/07/kerap-susut-pemkab-lebak-diminta-sediakan-timbangan-di-titik-distribusi-raskin.html

Warga Bandarbaru Desak Usut Penggelapan Raskin

Minggu, 26 Juli 2015

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Warga Gampong Peub Lhok Nibong, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya (Pijay) mendesak aparat kepolisian Polsek setempat untuk segera mengusut kasus penggelapan beras untuk rakyat miskin (Raskin) gratis bantuan pemerintah sebanyak 22 Sak dengan memanggil Keuchik gampong setempat.
"Sampai saat ini baru dipanggil dan dimintai keterangan dari empat sksi saja,"sebut Aiyub M Yacob kepada Serambinews.com, Minggu (26/7/2015) selaku salah satu saksi.
Dijelaskan keempat saksi yang telah dimintai keterangan sejak satu pekan lalu yaitu, Aiyub M Yacob, Abdullah Amin, M Harun Usman, dan Abu Bakar Abdurahman. Dari berbagai keterangan saksi, beras Raskin dijual kepada M Ali lalu dijual kepada Mahdi. Adapun barang bukti dari masyarakat sebanyak 22 sak atau setara 330 Kg.
Tak hanya sebatas itu, pihak Keuchik juga menggutip biaya transportasi pada setiap Kepala Keluarga (KK) Rp 2.000 dari 307 KK penerima (Rp 614.000). "Artinya masyarakat telah dirugikan oleh ulah Keuchik hingga mencapai Rp 3 juta lebih,"ujarnya. (*)

http://aceh.tribunnews.com/2015/07/26/warga-bandarbaru-desak-usut-penggelapan-raskin

Minggu, 26 Juli 2015

Gerindra Curigai Mafia Beras Bisiki Jokowi Keluarkan Inpres 5 Tahun 2015

KETUA DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mencurigai ada bisikan para mafia beras kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehigga mengeluarkan Instruksi Presiden (Impres) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah.

Latar belakang keluarnya Impres ini adalah untuk menjaga stabilisasi ekonomi nasional, melindungi tingkat pendapatan petani, dan stabilitasi harga beras.

"Namun Inpres ini memperbolehkan izin Import Beras. Dengan demikian Inpres tersebut kontradiktif dengan semangat Trisakti dan Nawacita dalam hal mensejahterakan petani dengan cara melindungi tingkat pendapatan petani.Serta pencanangan swasembada Pangan disektor pertanian," ujar

"Akibat Inpres Setan tersebut petani pada saat panen raya kuartal pertama tahun 2015 terancam rugi dan tersandera oleh para tengkulak. Inpres Setan ini akan membuat harga gabah kering jatuh," imbuhnya.

Arief menilai janji Bulog yang akan langsung membeli pada petani atau Gapoktan hanyalah omong kosong. Justru para Mafia Beras akan bekerja sama Dengan Bulog meyebarkan para tengkulak dan memodali pembelian gabah petani di bawah harga yang telah ditetapkan oleh Inpres Setan tersebut dengan dalih akan adanya Import Beras.

Setelah para tengkulak mengepul gabah petani, baru dijual Kepada Bulog atau dijual Kepada para Mafia Beras. Dan Hasil keuntungan dari selisih penjualan gabah petani dibagi rata oleh tengkulak dan oknum pejabat Bulog," bebernyaf.

Arief menilai pemerintah sengaja membuat kegaduhan dengan mengurangi pasokan Beras ke Pasar . Caranya dengan memperlambat distribusi beras atau menahan digudang gudang Bulog sehingga harga Beras naik lalu para Mafia Beras dan Tikus Beras di Bulog melakukan tender import Beras .

Izin impor beras sengaja diselipkan oleh Mafia Beras yang berkolaborasi dengan mafia di Istana Negara Dan Tim Ekonomi Jokowi dengan menakut nakuti Jokowi Jika harga Beras naik Jokowi akan digulingkan.

"Sebaiknya Jokowi melakukan Koreksi Terhadap Inpres yang akan membuat Petani tambah miskin akibat jatuhnya harga Gabah dan Inpres yang menghianati Trisakti dan Nawa cita yang disebabkan adanya klausul untuk mengizinkan import Beras," sergahnya.

Kalau, sambungnya, Jokowi tidak mengoreksi Inpres tersebut Dan mencoret Klausul Import Beras berarti Inpres no 5 Tahun 2015 adalah merupakan bagian dari balas budi Jokowi terhadap Mafia Beras yang telah menyumbang saat Pilpres.0.akt

http://korankota.co.id/index.php/web/berita/EKBIS/13680/gerindra-curigai-mafia-beras-bisiki-jokowi-keluarkan-inpres-5-tahun-2015

Warga Ancam ’’Serbu’’ Polres

SABTU, 25 JULI 2015

BLAMBANGANUMPU - Belum adanya perkembangan berarti penyelidikan dugaan kasus penyelewengan raskin di Kampung Jukuhbatu, Kecamatan Banjit, Waykanan, mengundang reaksi. Sekretaris elemen masyarakat Topan Waykanan Syahrial Effendi  mempertanyakan kasus yang terkesan mandek itu. ’’Semua bukti telah kami sampaikan kepada penyidik. Saksi-saksi dan satgas raskin juga telah diperiksa, tetapi mengapa hingga sekarang belum juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka?” tandas Syahrial yang juga ketua Forum HKm (Hutan Kemasyarakatan) Waykanan kemarin.

    Dia menerangkan, pihaknya mendampingi masyarakat Jukuhbatu menyampaikan pengaduan ke polres pada 2 April 2015 lalu. Kerugian telah dikalkulasi tipikor polres, termasuk pihak Bulog juga sudah diperiksa oleh penyidik, tetapi belum ada juga yang jadi tersangka.

    Menurut dia, hal itu tentu memunculkan tanda tanya. Bahkan, bisa saja warga akan “serbu” Polres. Warga akan mempertanyakan langsung perkembangan kasus itu. “Warga sudah siap demo ke Polres  kalau dalam waktu dekat ini tidak ada ketentuan akan kelanjutan kasus ini,” tegas Syahrial.

    Terpisah, Kanit Tipikor Polres Waykanan Iptu Saipul Nawas mendampingi Kasatreskrim Polres AKP Ardhy Agung Permadi menerangkan bahwa penyelidikan dan penetapan tersangka dalam kasus Tipikor tidak semudah tindak pidana umum. Sebab harus memenuhi berbagai kriteria. Saat ini pihaknya masih melaksanakan hal itu.

    Ditegaskan, polres tidak pernah mendiamkan kasus yang masuk dan tidak akan pernah mau diintimidasi pihak lain dalam penegakan hukum. Tetapi tentunya sebelum menetapkan seorang tersangka harus terlebih dahulu terpenuhi semua syaratnya. Ini  agar orang yang tidak bersalah tidak menjadi tersangka.

    “Dan perlu saya jelaskan kami masih harus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang warga Kampung Jukuh Batu lagi, dan setelah itu baru akan melakukan audit investigasi guna mengetahui berapa kerugian negara yang diakibatkan perbuatan tersebut. Hasilnya baru nanti kita ketahui dan menetapkan tersangka atas kasus ini,” tegas Saipul. (sah/c1/adi)  

http://www.radarlampung.co.id/read/lampung-raya/86352-warga-ancam-serbu-polres

Kamis, 23 Juli 2015

Beras Raskin Bau Apek

Kamis, 23 Juli 2015

Bulog: Jika Benar Kami Siap Ganti

PALANGKA RAYA - Dikeluhkannya beras apek oleh warga penerima beras miskin (Raskin) di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya langsung disikapi Badan Urusan Logistik (Bulog) dan lurah setempat. Petugas Satker Raskin Bulog Palangka Raya, Sisi menegaskan, jika benar beras yang diterima apek maka pihaknya (Bulog, Red) siap mengganti beras tersebut dengan yang baru.

“Selama ini beras yang kami distribusikan tak pernah dikomplain, hanya saja informasinya ada warga Kelurahan Palangka yang mengeluh,” tuturnya didampingi rekan timnya di Kelurahan Palangka, kemarin (22/7).

Menurutnya, kecil kemungkinan jika beras yang didistribusikan ke kelurahan apek atau tak layak konsumsi. Pasalnya, setiap kali beras keluar gudang pihak kelurahan selalu dirangkul untuk sama-sama melakukan peninjauan. Bahkan, lanjut dia, beras yang ada di gudang Bulog semuanya telah disortir untuk mengetahui sejauh mana kualitasnya.

“Intinya kami bertanggung jawab, jika beras kami tak layak konsumsi,” tukasnya.

Sementara, Lurah Palangka, Surya Omega mengaku belum mendapat informasi jika warganya telah mendapatkan beras apek. Pasalnya, jelas Omega, selama dirinya menjabat sebagai lurah, beras Raskin yang didistribusikan ke rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSM) melalui RT tak pernah mengalami masalah.

“Saya belum tahu jika ada masyarakat yang mengeluh,” terangnya.

Disinggung, apakah di Kelurahan Palangka beras Raskin kerap mengendap? Omega menegaskan, dari pendistribusian kepada 599 kepala keluarga pihaknya hanya membutuhkan waktu satu hari. Jika dibilang terjadi pengendapan, sebagai lurah dia merasa keberatan.

“Kami bekerja sama dengan RT dalam pendistribusian beras, sehingga prosesnya cepat dan tak pernah mengendap hingga beberapa hari,” jelasnya. (pri)

http://kaltengpos.web.id/berita/detail/21974/beras-raskin-bau-apek.html