21 Mei 2013
PAMEKASAN: Para aktivis pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam
Barisan Madura Bangkit (BMB) menuding Bulog Sub Divre Madura bermain
mata dengan mitra bulog dalam hal pengadaan beras untuk rakyat miskin.
Sehingga, tidak heran kualitas beras yang didistribusikan kepada
penerima manfaat setiap bulan di sejumlah desa, kondisinya jelek dan
banyak kapangnya.
Para mahasiswa ini kecewa terhadap kinerja bulog yang dinilai lalai
dalam melakukan kontrol terhadap kondisi beras yang akan disalurkan
kepada penerima manfaat.
Bahkan, mereka menunjunkkan satu karung beras yang dipenuhi kapang,
di hadapan pejabat bulog saat audensi di kantor bulog, Senin (20/06).
Beras itu ditabur di hadapan Kasubdivfer Madura Prayitno.
”Mengapa beras jelek ini bisa masuk ke gudang bulog. Mengapa pula
beras ini disalurkan kepada masyarakat dengan kondisi yang penuh dengan
kapang dan tidak layak konsumsi, berarti pengawasan di internal bulog
sangat lemah,” kata juru bicara BMB Abd. Rahman.
Menurut dia seharunya bulog menolak kiriman beras dari mitranya jika
dinilai jelek. Atau, tidak mengeluarkan dari dari gudang jika beras
tersebut betu-betul tidak layak konsumsi. ”Saya menduga bulog sudah
bermain mata dengan mitra bulog, sehingga dengan mudah beras jelek bisa
tersimpan di bulog,” ucap Rahman.
Tidak hanya itu kata Abdurahman, jika bulog ingin bekerja
profesional, seharusnya setiap zak raskin yang akan didistribusikan ke
masyarakat, juga dilengkapi dengan nama pihak ketiga yang bermitra
dengan bulog. ”Dengan cara ini bisa diketahui CV apa yang mengirimkan
beras jelek penuh kapang tersebut,” ujarnya.
Rahman juga mendesak bulog untuk tidak segan-segan memutus kerja sama
dengan mitra bulog, yang dinilai nakal dan menjual beras jelek ke bulog
Madura. ”Kalau bulog tegas, seharusnya mitranya diputus kontrak kerja
samanya,” usulnya.
Para mahasiswa ini juga akan berjanji akan membawa puluhan karung
beras raskin yang tidak layak konsumsi masyarakat ke kantor bulog
Pamekasan. Raskin tersebut dikumpulkan di sejumlah desa di kecamatan
Palenga’an.
Menanggapi hal itu Wakil Kepala Sub Divre Madura Prayitno meminta
agar masyarakat mengembalikan beras yang jelek tersebut kepada bulog.
”Kalau masyarakat menerima beras jelek, silakan dikembalikan ke bulog
dan minta untuk diganti beras yang lebih baik,” ujarnya.
Prayitno berdalih jika beras yang jelek dan dipenuhi kapang tersebut
karena pengiriman dari mitra bulog. Menurutnya karena terlalu lama
disimpan di gudang bulog. ”Wajar dong kalau beras terlalu lama disimpan
di gudang, kondisinya jelek dan penuh kapang,” kilahnya.
Namun sayangnya, Prayitno tidak bisa memastikan apakah bulan-bulan
selanjutnya kualitas raskin akan baik dan bisa dikonsumsi masyarakat
penerima manfaat. ”Saya tidak bisa menjamin, kualitas raskin selamanya
baik, mengingat tim survei di gudang bulog sangat terbatas, ” ujarnya.
Prayitno menduga mitra bulog juga berupaya untuk mencari kelengahan
petugas bulog, saat mengirimkan beras ke gudang bulog. Sehingga dengan
terbatasnya tim survei, banyak beras jelek bisa masuk ke gudang bulog.
”Saya berkali-kali meminta kepada mitra bulog, agar komitmen mengirimkan
beras layak konsumsi kepada bulog,” ucapnya. (awa/rah)
http://www.koranmadura.com/2013/05/21/bulog-dituding-bermain-mata-dengan-mitra-bulog/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar