Senin, 20 Mei 2013

Soal impor daging, Bulog tak mau cuma jadi 'pemadam kebakaran'

19 Mei 2013

Perum Bulog meminta pemerintah untuk memberikan status yang jelas dalam melakukan importasi daging sapi. Bulog tidak mau hanya sekadar impor untuk menurunkan harga, setelah harga turun Bulog tidak diperbolehkan lagi ikut campur dalam stabilitas harga daging.
Direktur Utama Bulog Soetarto Alimoeso mengatakan, pihaknya akan merugi jika dikondisikan seperti itu. Padahal dalam melakukan impor, perusahaan pelat merah tersebut harus membangun infrastruktur.
"Itu menyulitkan kita dalam infrastruktur. Harus ada peraturan yang mendukung bulog harus memiliki seandainya harus impor. Kita menunggu dari kementerian. Pembicaraan sudah bagi Bulog ditugasi jangan hanya pemadam kebakaran," ucap Soetarto ketika ditemui di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Minggu (19/6).
Dia meminta agar pemerintah memberi kewenangan penuh kepada Bulog untuk menjaga harga daging dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Mekanisme kerjanya juga tidak akan jauh berbeda dari pengelolaan beras yang sudah dilakukan Bulog selama ini.
"Jumlahnya berapa yang akan impor saya belum bisa mengatakan karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah," jelasnya.
Namun demikian, jika harus dikaitkan dengan beras, saat ini Bulog memegang 7-10 persen kebutuhan beras nasional. Jika mau menekan harga daging di kisaran harga Rp 75.000 per kilogram, Soetarto mengatakan harus menguasai angka yang sama seperti beras.
"Kebutuhan daging nasional 400-500 ribu ton. Keseluruhan impornya pemerintah menetapkan 100.000 ton (tahun lalu). Tahun ini turun 80.000 ton apa karena turun itu harga naik saya tidak tau," jelasnya.


Reporter : Idris Rusadi Putra
http://www.merdeka.com/uang/soal-impor-daging-bulog-tak-mau-cuma-jadi-039pemadam-kebakaran039.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar