JAKARTA_BARAKINDO- Jumat (17/5/2013) kemarin, Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian menggelar rapat bersama kementerian teknis membahas soal
importasi daging sapi untuk stabilitas harga daging menjelang bulan puasa nati.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang
dijadwalkan mengikuti rapat tersebut, menampik kabar bahwa rapat nanti
sekaligus membahas peranan Perum Bulog dalam importasi itu. Dari kabar yang
beredar, BUMN yang ditunjuk menjadi Badan Stabilitas Pangan itu akan mendapat
kuota khusus impor daging sapi beku sebanyak 5.000 ton.
"Belum pasti Bulog dapat kuota.
Kita akan proses dulu. Setahu saya, belum ditentukan kuotanya," kata Gita
di kantornya, Jumat (17/5/2013).
Salah satu pertimbangan Bulog belum
tentu mendapat jatah khusus, lantaran BUMN itu belum pernah mengimpor daging
sebelumnya. Gita memerintahkan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri
untuk memastikan kesiapan perusahaan pelat merah itu terjun dalam bisnis daging
sapi. "Mereka kan belum pernah
impor daging. Itu yang akan kita pelajari dulu, apakah mereka memiliki
kualifikasi teknis atau tidak," ujarnya.
Gita juga menyesalkan Bulog yang kerap
menyatakan siap mengimpor daging, namun belum mengusulkan kebutuhan konkret ke
Kemendag. "Makanya kita pelajari dulu dong. Ini kan, Bulog ngomong dulu
ke media, sementara kita belum menerima proposal secara spesifik dari mereka,"
tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Bulog Sutarto
Alimoeso mengatakan, bahwa kuota impor daging sapi yang diperoleh Perum Bulog
di luar kuota impor daging sapi yang telah ditetapkan, yakni sekitar 10 persen
dari kuota yang ditetapkan.
Menurut Sutarto, dalam waktu dekat
akan dikeluarkan izin dari Kementerian Perdagangan. Bulog berharap, bulan Juni nanti
penugasan sudah didapatkan, sehingga tidak mengganggu supply menjelang Lebaran. "Kuotanya masih dihitung oleh
Kemendag. Pokoknya di luar kuota yang telah ada," ungkapnya.
Saat ini, harga daging di pasaran melonjak
tinggi hingga mencapai Rp. 90.000,- sampai Rp.100.000,- per kilogram. Hal ini
tentunya akan semakin memberatkan masyarakat, terutama memasuki bulan puasa dan
hari raya Lebaran. (Redaksi)*http://beritabarak.blogspot.com/2013/05/belum-ada-kepastian-bulog-dapat-kuota.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar