TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Lima pekerja
media baik cetak maupun televisi, beramai-ramai mendatangi ruangan
Sekretaris Daerah (Sekda) Ogan Ilir, Jumat (3/5/2013). Para jurnalis
tersebut mengadukan sikap seorang camat di Kabupaten Ogan Ilir yang
dianggap melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada para jurnalis
yang hendak meminta konfirmasi soal pemberitaan.
Sebelumnya, tiga media televisi hendak meminta konfirmasi kepada Camat Tanjung Raja Ogan Ilir. Konfirmasi tersebut terkait pembagian beras miskin (raskin) yang dibagikan kepada masyarakat tidak layak konsumsi pada bulan lalu di Desa Talang Balai Kecamatan Tanjung Raja Ogan Ilir.
Namun, ketika ketiga awak media televisi meminta konfirmasi, oknum camat tersebut langsung marah-marah dan menunjuk muka para awak media tersebut.
"Kami hendak konfirmasi, tapi nyatanya camat itu malah marah-marah dan menunjuk muka kami. Dengan perlakuan itu, kami tidak terima dan camat itu seolah-olah merendahkan media. Jadi, kami laporkan ini ke Sekda untuk diberi teguran," kata seorang stringer media televisi tersebut.
Dihadapan para media, Sekda Ogan Ilir Sobli menganggap, oknum camat yang demikian tersebut tengah memiliki permasalahan.
"Biarkan sajalah, mungkin dia sedang ada masalah. Mungkin juga tengah bad mood," ujarnya singkat.
Ketua PWI Ogan Ilir, Yudi menyayangkan tindakan oknum pejabat yang demikian. Menurut dia, camat merupakan jabatan publik. Oleh sebab itu, camat harus selalu siap memberikan konfirmasi terhadap media kapan saja.
Sebelumnya, tiga media televisi hendak meminta konfirmasi kepada Camat Tanjung Raja Ogan Ilir. Konfirmasi tersebut terkait pembagian beras miskin (raskin) yang dibagikan kepada masyarakat tidak layak konsumsi pada bulan lalu di Desa Talang Balai Kecamatan Tanjung Raja Ogan Ilir.
Namun, ketika ketiga awak media televisi meminta konfirmasi, oknum camat tersebut langsung marah-marah dan menunjuk muka para awak media tersebut.
"Kami hendak konfirmasi, tapi nyatanya camat itu malah marah-marah dan menunjuk muka kami. Dengan perlakuan itu, kami tidak terima dan camat itu seolah-olah merendahkan media. Jadi, kami laporkan ini ke Sekda untuk diberi teguran," kata seorang stringer media televisi tersebut.
Dihadapan para media, Sekda Ogan Ilir Sobli menganggap, oknum camat yang demikian tersebut tengah memiliki permasalahan.
"Biarkan sajalah, mungkin dia sedang ada masalah. Mungkin juga tengah bad mood," ujarnya singkat.
Ketua PWI Ogan Ilir, Yudi menyayangkan tindakan oknum pejabat yang demikian. Menurut dia, camat merupakan jabatan publik. Oleh sebab itu, camat harus selalu siap memberikan konfirmasi terhadap media kapan saja.
Penulis : Andi
Editor : YohanesIswahyudi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar