Sabtu, 04 Mei 2013

Stok Raskin Cukup untuk Sembilan Bulan ke Depan

3 Mei 2013

SERANG, BP - Cadangan beras untuk rakyat miskin di wilayah Serang dan sekitarnya saat ini tersedia untuk kebutuhan suplai sembilan bulan ke depan. Jumlah yang tersedia di gudang Bulog Serang, yakni sebanyak 12.000 ton. Selain itu Bulog juga memiliki stok beras impor sebanyak 11.000 ton. Demikian diungkapkan Kepala Sub Divre Bulog Serang, Budi Setiawan saat dikunjungi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Provinsi Banten, Enong Suhaeti dan rombongan, Kamis (2/5).
“Jika memang ditemukan yang tidak layak konsumsi, maka laporkan ke kami. Kami akan ganti, dan dalam setiap pengiriman raskin selalu melewati pemeriksaan pihak independen. Bahkan jika memang masih kurang puas juga, silahkan datang kesini (Bulog), pilih sendiri beras yang diinginkan,” ujar Budi, di Gudang III Bulog Serang.  
Dijelaskan Budi, saat ini cadangan beras yang terdapat di Bulog sebanyak 12.000 ton. Selain itu, terdapat cadangan beras impor sebanyak 11.000 ton yang siap memenuhi kebutuhan Raskin. “Untuk mensuplai Raskin, kami juga telah bekerjasama dengan sejumlah Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan para pengusaha lokal di Banten. Tentunya beras yang kami terima juga memiliki kualitas yang sesuai prosedur, yakni APP-nya Rp6.600 per kilogram sesuai Inpres,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPP Provinsi Banten Enong Suhaeti mengungkapkan, pihaknya akan terus mengembangkan jumlah Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LPDM) untuk memasok kebutuhan beras Bulog. “Lembaga ini bertujuan sebagai upaya stabilitas pangan di daerah. Namun selanjutnya disinergikan dengan Bulog, dan saat ini sudah ada beberapa LPDM yang bekerjasama dalam suplai kebutuhan beras Bulog. Salah satunya untuk pasokan Raskin,” ujar Enong, didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan BKPP Provinsi Banten, Budiyana.
Ditambahkan Budiyana, saat ini sudah ada 28 LPDM di Provinsi Banten. LPDM-LPDM itu dibentuk dan didanai melalui APBN. Tahun pertama mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp150 juta, selanjutnya akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp75 juta. “Ada penambahan, bahkan hingga tahun ketiga, asalkan berhasil dan berkembang dalam pengelolaannya. Selain bertujuan sebagai stabilitas pangan, lembaga itu juga bertujuan sebagai pemberdayaan terhadap petani,” katanya.
Pada tahun 2014, lanjut Budi, pihaknya menargetkan sebanyak 700 Gapoktan se-Banten. Jumlah itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan suplai cadangan pangan untuk Provinsi Banten. “Ke depan, harapannya ada UPT Badan semacam balai cadangan pangan daerah. Semacam Bulog-nya daerah,” pungkas Budi.(DAM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar