7 Maret 2013
SEMARANG - Sepanjang 2012, produksi padi di Jawa Tengah mencapai 10,233 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 840.980 ton (8,95%) dibandingkan angka tetap (Atap) produksi 2011 yaitu 9,392 juta ton. Kenaikan produksi disebabkan makin meningkatnya luas panen serta produktivitas padi yang dihasilkan.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Jam Jam Zamachsyari mengatakan, peningkatan angka sementara produksi padi Jateng dipengaruhi meningkatnya luas panen sebesar 49.310 hektare (naik 2,86%) menjadi 1,773 juta hektare. Pada 2011 luas panen hanya 1,72 juta hektare.
‘’Peningkatan produktivitas padi juga memberi pengaruh positif pada hasil produksi. Peningkatan produktivitas sebesar 3,23 kuintal per hektare (naik 5,92%) dari 2011. Pada 2011 tingkat produktivitas hanya 54,47 kuintal per hektare, pada 2012 menjadi 57,7 kuintal per hektare,’’ katanya, kemarin.
BPS memperkirakan, jumlah produksi padi sawah di Jateng pada 2012 mencapai sekitar 9,911 juta ton, sedangkan padi ladang sekitar 320,98 juta ton. Meski ini baru angka sementara, diharapkan saat sudah dihasilkan angka tetap tidak ada perubahan. ‘’Kalaupun ada perubahan tidak terlalu besar perbedaannya,’’ ujarnya.
Cukup
Sementara itu persediaan beras di gudang Perum Bulog Divre IV Jateng saat ini mencapai 171.473 ton dengan jumlah penyaluran per bulan 37.232 ton.
Stok tersebut dipastikan cukup untuk kebutuhan penyaluran raskin dan konsumsi masyarakat hingga Juli 2013. Pengadaan beras hingga 5 Maret 2013, sebanyak 9.820 ton.
Tahun ini Bulog menargetkan pengadaan beras sebanyak 725.000 ton setara beras. Target prognosa pengadaan pangan menurun dari capaian pengadaan beras di 2012.
Menurut Kepala Perum Bulog Divre IV Jateng, Hari Susetyo, pengadaan beras di 2013 cenderung turun, karena jumlah pembagian beras untuk raskin di provinsi ini lebih rendah dari tahun lalu. Pagu alokasi raskin sebesar 446,788 juta kilogram, yang akan dibagikan kepada 2,93 juta rumah tangga sasaran penerima manfaat.
‘’Kami optimistis mampu memenuhi target prognosa peng adaan pangan di Jateng. Ada enam Sub Divre yang akan menjadi penyumbang utama pengadaan beras dalam negeri, salah satunya Sub Divre Pekalongan yang menargetkan 170.000 ton setara beras, dan Sub Divre Pati sebesar 135.000 ton setara beras,’’ tuturnya.(J8-79) (/)
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/03/07/217545/Produksi-Padi-Naik-840.980-Ton
Tidak ada komentar:
Posting Komentar