7 Maret 2013
Pati, berita21.com – Kebutuhan beras Bulog
Sub Divre II Wilayah Pati pada tahun 2013 ini diperkirakan mencapai
135.000 ton. Untuk mencukupi kebutuhan beras tersebut Bulog Sub-Divre
Pati yang meliputi wilayak eks-Karesidenan Pati telah melakukan
kerjasama kontrak dengan 25 mitra kerja. Hal itu dikemukakan Kepala
Bulog Sub Divre II Wilayah Pati, Tatang Sutarna.
Lebih lanjut
Tatang optimis seluruh mitra kerja yang keseluruhan berjumlah 117 akan
segera melakukan kontrak kerjasama pengadaan beras. “Panen di lima
Kabupaten sekarang sedang berlangsung dan kami perkirakan dalam waktu
dekat kebutuhan beras bisa diatasi” terangnya.
Berdasarkan
ketentuan yang mengatur pengadaan beras dituangkan dalam Intruksi
Presiden (Inpres) No 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan
Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Dengan demikian maka
mitra kerja Bulog Sub Divre II Wilayah Pati harus memenuhi kualitas yang
ditentukan.
“Sampai dengan hari Jumat (1/3) lalu kami sudah
merealisasi beras 5.160 ton. Dan pengadaan beras tersebut sudah sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan harga pembelian
pemerintah (HPP)” jelas Tatang.
Gabah kering panen (GKP) dalam
negeri dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar
hampa/kotoran maksimal 10 persen dibeli Rp 3.300 per kilogram di tingkat
petani, atau Rp 3.350 per kilogram di penggilingan. Sedangkan gabah
kering giling (GKG) dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimal 14
persen dan kadar kotoran/hampa 3 persen, yaitu Rp 4.150 per kilogram di
penggilingan.
“Kami yakin kebutuhan beras 135.000 ton akan segera
terealisasi. Kenyataan ini didukung dengan adanya panen di Kabupaten
Pati, Jepara, Kudus, Rembang dan Blora. Panen raya petani tahun ini
sepertinya bagus dikarenakan hujan yang cenderung agak berkurang”
pungkas Tatang.
(Poer/B21)
http://nasional.berita21.com/2013/umum/pengadaan-beras-bulog-diyakini-akan-terealisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar