WONOSOBO (KRjogja.com)
– Gudang Bulog Kabupaten Wonosobo masih kekurangan stok beras.
Akibatnya sejumlah distribusi beras untuk mencukupi kebutuhan pasokan
beras masyarakat miskin (raskin) harus meminta bantuan Gudang Bulog
Temanggung.
“Sejauh ini stok beras di Gudang Bulog Wonosobo hanya sekitar 1.350 ton. Sementara kebutuhan beras untuk raskin pada 2013 ini mencapai 1.049.100 ton per bulan. Jadi untuk mencukupi kekurangan harus minta bantuan ke Gudang Bulog Temanggung,” ungkap Kepala Gudang Bulog Wonosobo Budiawan kepada KRjogja.com di kantornya, Rabu (06/03/2013).
Disebutkan, sedikitnya ada 5 kecamatan yang mendapat pasokan beras langsung dari Bulog Temanggung, yaitu Kecamatan Kepil, Kertek, Sapuran, Kalikajar, dan Selomerto. Sedangkan kecamatan lainnya bisa dipasok sendiri dari Bulog Wonosobo.
Untuk pengadaan beras, lanjut Budiawan, Gudang Bulog Wonosobo hampir 100 persen dipasok dari mitra yang bekerjasama dengan sejumlah pengepul dari luar daerah, seperti Sragen, Banyumas, Purworejo, dan daerah-daerah lumbung beras lainnya.
Hal itu terjadi lantaran produski beras di Wonosobo hanya cukup untuk kebutuhan masyarakat di daerah. Belum lagi kualitas beras di Wonosobo yang cukup bagus, sehingga harga jualnya jauh di atas harga Bulog Rp 6.600 per kilogram (kg). Bahkan beras kualitas terendah di Wonosobo harganya sudah di kisaran Rp 7.000 per kilogramnya, sehingga hampir tidak ada beras Wonosobo yang masuk ke Bulog.
Meski stok terbatas, lanjutnya, Bulog Wonosobo menjamin penyaluran raskin tetap aman. Karena kekurangan bisa dicukupi sesuai kebutuhan oleh gudang Bulog di daerah lain, seperti Temanggung. (Art)
http://krjogja.com/read/164130/bulog-wonosobo-kekurangan-stok-beras.kr
“Sejauh ini stok beras di Gudang Bulog Wonosobo hanya sekitar 1.350 ton. Sementara kebutuhan beras untuk raskin pada 2013 ini mencapai 1.049.100 ton per bulan. Jadi untuk mencukupi kekurangan harus minta bantuan ke Gudang Bulog Temanggung,” ungkap Kepala Gudang Bulog Wonosobo Budiawan kepada KRjogja.com di kantornya, Rabu (06/03/2013).
Disebutkan, sedikitnya ada 5 kecamatan yang mendapat pasokan beras langsung dari Bulog Temanggung, yaitu Kecamatan Kepil, Kertek, Sapuran, Kalikajar, dan Selomerto. Sedangkan kecamatan lainnya bisa dipasok sendiri dari Bulog Wonosobo.
Untuk pengadaan beras, lanjut Budiawan, Gudang Bulog Wonosobo hampir 100 persen dipasok dari mitra yang bekerjasama dengan sejumlah pengepul dari luar daerah, seperti Sragen, Banyumas, Purworejo, dan daerah-daerah lumbung beras lainnya.
Hal itu terjadi lantaran produski beras di Wonosobo hanya cukup untuk kebutuhan masyarakat di daerah. Belum lagi kualitas beras di Wonosobo yang cukup bagus, sehingga harga jualnya jauh di atas harga Bulog Rp 6.600 per kilogram (kg). Bahkan beras kualitas terendah di Wonosobo harganya sudah di kisaran Rp 7.000 per kilogramnya, sehingga hampir tidak ada beras Wonosobo yang masuk ke Bulog.
Meski stok terbatas, lanjutnya, Bulog Wonosobo menjamin penyaluran raskin tetap aman. Karena kekurangan bisa dicukupi sesuai kebutuhan oleh gudang Bulog di daerah lain, seperti Temanggung. (Art)
http://krjogja.com/read/164130/bulog-wonosobo-kekurangan-stok-beras.kr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar