3 Januari 2013
TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog gagal mencapai target penjualan komersial tahun 2012. Dari target sebesar Rp 7,1 triliun, hanya terealisasi sebesar Rp 4,2 triliun atau 59,32 persen.
"Target 2012 sudah memperhitungkan pengelolaan untuk gula dan kedelai, padahal realisasinya hingga kini masih belum ada," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso dalam jumpa pers awal tahun di kantor Perum Bulog, Jakarta, Kamis, 3 Januari 2013.
Meskipun target meleset, Perum Bulog menargetkan penjualan komersial naik Rp 1,2 triliun pada tahun ini atau Rp 8,3 triliun. Kenaikan target penjualan komersial ini didapatkan dari memfungsikan usaha jasa, pengembangan Bulogmart, dan pemanfaatan aset.
Tahun ini, Bulog menargetkan perolehan laba konsolidasi sebesar Rp 1,9 triliun. Menurut Sutarto, target laba konsolidasi akan dicapai melalui kenaikan laba dari jasa penyaluran public service obligation (PSO) sebesar Rp 1,73 triliun dan laba komersial sebesar Rp 135,6 miliar.
Sutarto mengatakan, Bulog akan meminta margin fee kepada pemerintah atas tugas penyelenggaraan public service obligation (PSO) sebesar 7-10 persen. Untuk tahun 2012, Perum Bulog telah menyalurkan beras PSO senilai Rp 17 triliun. "Margin fee inilah yang akan kami perjuangkan untuk mencapai target," katanya.
Berbeda dengan laba PSO yang diharapkan mengalami kenaikan, laba sektor komersial justru mengalami penurunan. Berdasarkan laporan keuangan sampai dengan 31 Oktober 2012, realisasi rugi laba konsolidasi sebesar Rp 25,44 miliar terdiri dari defisit PSO sebesar Rp 269,03 miliar dan laba komersial sebesar Rp 294,47 miliar.
ROSALINA
http://www.tempo.co/read/news/2013/01/03/092451877/Target-Penjualan-Komersial-Bulog-Meleset
Tidak ada komentar:
Posting Komentar