Rabu, 12 Desember 2012

Dari Turlap Komisi B ke Gudang Bulog Satu Gudang Ditemukan Beras Berkutu

12 Desember 2012

MERESPON  keluhan pegawai negeri sipil (PNS)  di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong atas beras jatah PNS di  bulan Desember  banyak yang berulat sehingga tidak layak dikonsumsi,secara mendadak, Ketua Komisi B DPRD Kota Abdul Muthalib, SE didampingi beberapa anggotanya mendatangi gudang penyimpanan beras Bulog Sorong.
 Kedatangan ketua dan anggota Komisi B DPRD Kota diterima oleh Kepala Sub (Kasub)  Divre Perum Bulog Sorong Junaidi Jamila. Dari hasil kunjungan mendadak  anggota dewan  ke 3 gudang beras Bulog,  ditemukan 1 gudang penyimpangan beras yang berkutu. Dalam artian pada tumpukan karung- karung beras tersebut, pada setiap karungnya terlihat dengan jelas begitu banyak kutu- kutu.
 Ditemui usai  kunjungan ke gudang Bulog,  Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Wilhemus Resubun mengatakan,  pihaknya melakukan pemeriksaan mendadak ke gudang Bulog Sorong terkait dengan laporan dari PNS dan disertai dengan bukti beras yang tidak layak dikonsumsi dan dibawa langsung oleh Komisi B DPRD.
  Dari hasil turlap tersebut, menurut Wilhemus Resubun, dari 3 gudang yang diperiksa, ada beras yang dalam kondisi hancur dan berkutu atau kuman- kuman kecil pada setiap karung beras dalam tumpukan.  “ Itu dari 3 gudang yang mereka miliki ada pada gudang kedua. Kita tadi sudah berikan teguran dan saran juga kepada pihak Bulog Sorong untuk kedepan, dalam pendistribusian beras baik kepada PNS maupun masyarakat terutama beras raskin agar ditinjau dan dilihat kondisi berasnya.  Kalau memang ada seperti itu, tidak perlu didistribusikan kepada masyarakat atau PNS.  Jadi mereka sudah menerima saran dan petunjuk dari DPRD sehingga statement dari pimpinan Bulog  tadi  bahwa  beras yang tidak layak dikonsumsi, mereka bersedia menggantikan atau dikembalikan untuk ditukar,”tandasnya.
 Lebih lanjut Wilhemus Resubun mengatakan bahwa PNS atau masyarakat yang menerima jatah raskin, ketika ada temuan beras yang tidak layak dikonsumsi saat didisitribusikan , maka sesegera mungkin dikembalikan dan tidak perlu dibuka atau dipecahkan dalam tas plastik sebagai bukti.   Tetapi dibawa dengan karungnya dan dalam jumlah besar.
    “ Kami sudah sampaikan kepada Bulog, kedepan lihat dulu berasnya. Kalau sudah kondisi tidak layak dikonsumsi agar jangan didistribusikan lagi,” tegasnya.  Soal apakah gudang tidak pernah dibersihkan, menurutnya bahwa pihaknya sudah memberikan saran agar gudang harus disterilkan atau pembersihan gudang baik dari tikus maupun hama-hama yang lain sehingga beras yang disimpan di gudang  layak dikonsumsi.
Sementara itu Kasub Divre Perum Bulog Sorong Junaidi Jamila yang  ditemui wartawan disela-sela kunjungan Komisi DPRD Kota menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyampaikan kepada penerima beras raskin baik PNS maupun masyarakat bahwa jika  ditemukan beras berdebu, gumpal, banyak menirnya atau kotor agar tolong dikembalikan ke gudang untuk  diganti. “ Artinya ambil hari ini besok buka, oh ini jelek maka kita akan terima dan tukar. Jangan beras sudah lama sudah satu atau dua bulan dibawa untuk diganti, ini tidak masuk akal,”tandasnya.
 Dikatakan pula, Bulog hanya menerima dan bukan mengadakan beras dan ada berapa daerah di Papua yang hanya menerima terkecuali Manokwari dan Merauke yang pengadaannya dari daerah. Sedangkan Sorong didatangkan dari Makassar dan Surabaya.   Diakuinya, kondisi beras yang diterima PNS adalah memang beras stok dari Surabaya. 
 Lanjut dikatakan Junaidi Jamila, setiap beras yang dimasukan ke dalam gudang di survei terlebih dahulu. Bahkan beras dari luar  negeri juga disurvei dan hasilnya dilaporkan ke pusat.  

http://www.radarsorong.com/index.php?mib=berita.detail&id=5097 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar