MERESPON keluhan pegawai
negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong atas
beras jatah PNS di bulan Desember banyak yang berulat sehingga tidak
layak dikonsumsi,secara mendadak, Ketua Komisi B DPRD Kota Abdul
Muthalib, SE didampingi beberapa anggotanya mendatangi gudang
penyimpanan beras Bulog Sorong.
Kedatangan ketua
dan anggota Komisi B DPRD Kota diterima oleh Kepala Sub (Kasub) Divre
Perum Bulog Sorong Junaidi Jamila. Dari hasil kunjungan mendadak
anggota dewan ke 3 gudang beras Bulog, ditemukan 1 gudang
penyimpangan beras yang berkutu. Dalam artian pada tumpukan karung-
karung beras tersebut, pada setiap karungnya terlihat dengan jelas
begitu banyak kutu- kutu.
Ditemui usai
kunjungan ke gudang Bulog, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Wilhemus
Resubun mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan mendadak ke gudang
Bulog Sorong terkait dengan laporan dari PNS dan disertai dengan bukti
beras yang tidak layak dikonsumsi dan dibawa langsung oleh Komisi B
DPRD.
Dari hasil
turlap tersebut, menurut Wilhemus Resubun, dari 3 gudang yang diperiksa,
ada beras yang dalam kondisi hancur dan berkutu atau kuman- kuman kecil
pada setiap karung beras dalam tumpukan. “ Itu dari 3 gudang yang
mereka miliki ada pada gudang kedua. Kita tadi sudah berikan teguran dan
saran juga kepada pihak Bulog Sorong untuk kedepan, dalam
pendistribusian beras baik kepada PNS maupun masyarakat terutama beras
raskin agar ditinjau dan dilihat kondisi berasnya. Kalau memang ada
seperti itu, tidak perlu didistribusikan kepada masyarakat atau PNS.
Jadi mereka sudah menerima saran dan petunjuk dari DPRD sehingga
statement dari pimpinan Bulog tadi bahwa beras yang tidak layak
dikonsumsi, mereka bersedia menggantikan atau dikembalikan untuk
ditukar,”tandasnya.
Lebih lanjut
Wilhemus Resubun mengatakan bahwa PNS atau masyarakat yang menerima
jatah raskin, ketika ada temuan beras yang tidak layak dikonsumsi saat
didisitribusikan , maka sesegera mungkin dikembalikan dan tidak perlu
dibuka atau dipecahkan dalam tas plastik sebagai bukti. Tetapi dibawa dengan karungnya dan dalam jumlah besar.
“ Kami
sudah sampaikan kepada Bulog, kedepan lihat dulu berasnya. Kalau sudah
kondisi tidak layak dikonsumsi agar jangan didistribusikan lagi,”
tegasnya. Soal apakah gudang tidak pernah dibersihkan, menurutnya bahwa
pihaknya sudah memberikan saran agar gudang harus disterilkan atau
pembersihan gudang baik dari tikus maupun hama-hama yang lain sehingga
beras yang disimpan di gudang layak dikonsumsi.
Sementara itu
Kasub Divre Perum Bulog Sorong Junaidi Jamila yang ditemui wartawan
disela-sela kunjungan Komisi DPRD Kota menjelaskan bahwa pihaknya
sebelumnya telah menyampaikan kepada penerima beras raskin baik PNS
maupun masyarakat bahwa jika ditemukan beras berdebu, gumpal, banyak
menirnya atau kotor agar tolong dikembalikan ke gudang untuk diganti. “
Artinya ambil hari ini besok buka, oh ini jelek maka kita akan
terima dan tukar. Jangan beras sudah lama sudah satu atau dua
bulan dibawa untuk diganti, ini tidak masuk akal,”tandasnya.
Dikatakan pula,
Bulog hanya menerima dan bukan mengadakan beras dan ada berapa daerah di
Papua yang hanya menerima terkecuali Manokwari dan Merauke yang
pengadaannya dari daerah. Sedangkan Sorong didatangkan dari Makassar dan
Surabaya. Diakuinya, kondisi beras yang diterima PNS adalah memang beras stok dari Surabaya.
Lanjut dikatakan
Junaidi Jamila, setiap beras yang dimasukan ke dalam gudang di survei
terlebih dahulu. Bahkan beras dari luar negeri juga disurvei dan
hasilnya dilaporkan ke pusat. http://www.radarsorong.com/index.php?mib=berita.detail&id=5097
Tidak ada komentar:
Posting Komentar