Rabu, 12 Desember 2012

Hermanto: Manajemen Stok Bulog Tidak Berpihak Pada Petani

12 Desember 2012

RIMANEWS – Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menyatakan manajemen stok Perum Bulog yang berjalan selama ini tidak berpihak kepada petani. Hal ini dapat dilihat dari gemarnya Perum Bulog melakukan impor beras yang dilakukan bukan karena produksi beras nasional merosot. Bahkan impor beras dilakukan disaat produksi beras nasional meng­alami surplus. Seharusnya, dengan kondisi surplus beras nasional Bulog tidak perlu lagi melakukan impor beras. Justru, tingginya permintaan Bulog terhadap beras untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras nasional harus memberikan efek positif kepada petani sehingga petani bisa sejahtera dan terus bersemangat untuk bertani.
Untuk itu, Legislator FPKS ini mendorong pelaksanaan Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kebijakan impor beras dilakukan secara obyektif dan faktual. Audit ini sangat penting untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan atau tidak. Selain itu, BPK perlu memperjelas sejauh mana pelaksanaan impor beras selama ini apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Karena dilapangan kita dapati terjadinya surplus beras di daerah-daerah. Sehingga harusnya Perum Bulog sebagai operator menyerap beras dari petani.
Lebih lanjut Legislator FPKS Dapil Sumbar ini mengatakan sesuai dengan UU Tentang Pangan yang baru disyahkan DPR bahwa Pemerintah menetapkan jenis dan jumlah Pangan Pokok tertentu sebagai Cadangan Pangan Pemerintah. Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah diutamakan melalui pembelian Pangan Pokok produksi dalam negeri, terutama pada saat panen raya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Untuk itu, Audit BPK ini menjadi penting dilakukan secara transparan mengingat selama ini impor beras dilakukan secara diam-diam. Kita baru tau setelah beras itu ada di dalam negeri. Dampaknya adalah hasil panen raya dalam negeri menjadi tidak terserap”, harap kandidat Doktor di IPB ini
Sebagai gambaran, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian produksi sam­pai akhir tahun diperkirakan 38 juta ton beras, sedangkan ke­bu­­tuhan hanya 33 juta ton. Jadi ma­sih ada surplus sekitar 5 juta ton. Sedangkan Perum Bulog melakukan impor beras 700 ribu ton. Impor beras ter­sebut berasal dari Vietnam se­besar 600.000 ton dan India 100.000 ton.

http://www.rimanews.com/read/20121212/84726/hermanto-manajemen-stok-bulog-tidak-berpihak-pada-petani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar