12 Desember 2012
Jakarta - Menteri Pertanian didesak harus bisa menjelaskan kenapa Indonesia yang menjadi importir singkong dari sejumlah negara.
Demikian ungkap Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurahayati Ali Assegaf di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
"Mesti dipertanyakan ke menteri pertanian. Ada apa dengan lahan
di Indonesia. Kalau di Dapil saya mendorong supaya masyarakat
memberdayakan singkong sebagai makanan pokok dan menghimbau agar tidak
bergantung pada beras," tukasnya.
Dikatakan Nurhayati, jika Impor dan Ekspor tidak seimbang, maka Kementerian sebagai ujung tombak harus bertanggung jawab.
"Kalau tidak seimbang dari impor dan ekspor itu harus
dipertanyakan. Yang menjadi ujung tombak ya kementeriaan dan ini tidak
bisa dibiarkan begitu saja," tukasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor singkong (ubi
kayu) yang masuk kategori tanaman pangan ini sudah dilakukan sejak lama
Indonesia hanya saja jumlahnya relatif kecil. Misal, pada tahun 2011
sebesar 24 ribu ton yang diimpor dari China, Vietnam, dan Itali.
Melonjaknya impor singkong pada tahun ini lenih banyak disebabkan
meningkatnya penggunaan singkong untuk kebutuhan bahan baku industri
tepung dan pembuatan bioetanol.
http://kabarcepat.com/2012/12/12/indonesia-jadi-importir-singkong-nurhayati-ali-assegaf-bingung-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar