11 Desember 2012
SORONG - Beras jatah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang
diterima bulan Desember ini dilaporkan tidak layak dikonsumsi karena
berulat. Sekretaris Komisi B DPRD Kota Sorong, Papua Barat, Bilson
Sirait mengungkapkan pihaknya dilapori PNS di lingkungan Pemerintah
Kota (Pemkot), termasuk PNS dari Dinas Koperasi yang menunjukan beras
jatah yang diterima oleh PNS.
Menurutnya, setelah dilakukan penelitian, beras jatah yang diberikan
memang tidak layak dikonsumsi karena kondisi beras yang sudah tidak
bagus dan berulat serta berbatu- batu. Atas laporan tersebut, menurut
Bilson Sirait, Komisi B DPRD Kota akan memanggil dan mempertanyakan
kepada pihak Bulog Divre Sorong. Bahkan bila perlu kata Bilson ,
pihaknya akan langsung melakukan pengecekan dengan turun langsung ke
lapangan untuk melihat gudang pendistribusian beras Bulog.
“Yang jelas kita akan panggil dan bila perlu turun ke sana (Gudang
Bulog,Red). Karena mau tidak mau beras jatah yang diberikan sudah tidak
bisa dikonsumsi. Harus diganti oleh pihak Bulog Sorong,” kata Bilson
seperti yang dilansir Radar Sorong (JPNN Group), Selasa (11/12).
Bilson mengatakan tidak hanya Dinas Koperasi di lingkungan Pemkot, tapi
ada beberapa dinas juga melaporkan hal yang sama. “Memang yang baru
melapor baru Dinas Koperasi dengan membawa contoh beras, tapi dari PNS
lainnya dilingkungan Pemkot secara lisan sudah menyampaikan bahwa mereka
terima beras yang sama seperti itu,”imbuh Bilson Sirait.
Dalam pendistribusiannya, beras jatah PNS itu dari PD. Irian Bhakti
yang diambilnya dari Bulog dan kemudian diantar ke dinas- dinas.
“Mestinya petugas yang mengurus beras pada dinas- dinas mengecek dulu
baru diambil. Barang bukti beras berulat sudah ada di kami dan ini yang
akan kami pertanyakan kepada Bulog,” akunya.
Sementara itu, Kepala Sub Divre Bulog Junaidi Jamila yang berusaha
dikonfirmasi Koran ini sampai kemarin belum diperoleh konfirmasinya.
Didatangi ke kantornya,menurut salah satu pegawai Bulog , pimpinannya
(Kabulog,Red) sedang keluar dan berada di lapangan. “Tadi pimpinan kami
ada, tapi ada ke lapangan. Nanti saya sampaikan kepada pimpinan,”ucap
salah satu pegawai yang bertugas menerima tamu.
http://m.jpnn.com/news.php?id=150025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar