2 Desember 2012
TEMPO.CO, Jakarta
- Kementerian Pertanian meminta beras impor masuk sebelum musim panen
raya padi petani. Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, mengatakan,
beras impor harus masuk seluruhnya ke Indonesia paling lambat akhir
Februari 2013, karena pada Maret petani mulai panen.
"Yang
penting buat Kementerian Pertanian jangan sampai secara fisik barang
masuk ketika panen raya. Itu sangat menyakitkan petani, karena mereka
berekspektasi harga bagus saat musim panen," kata Rusman kepada Tempo, Ahad, 2 Desember 2012.
Karena
itulah izin impor beras yang telah diberikan kepada Perum Bulog harus
segera direalisasikan agar tak melebihi batas waktu akhir Februari 2013.
Kebijakan impor seperti ini, kata Rusman, juga akan berlaku untuk
buah-buahan impor, yang tidak boleh masuk saat sedang panen di dalam
negeri.
"Bulog dapat izin impor harus lakukan jangan sampai masuk
Maret karena sudah panen raya. Itu pemandangan yang kurang elok kalau
dilihat oleh petani," katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum
Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, pihaknya hanya akan mengimpor beras
sekitar 600.000 ton hingga 700.000 ton dari jatah impor yang diberikan
pemerintah sebesar 1 juta ton. Sutarto mengatakan hal ini disebabkan
pengadaan beras dari produksi dalam negeri tahun ini yang membaik.
Sutarto
mengatakan, saat ini Bulog telah memiliki kontrak impor beras sebanyak
720.000 ton. Sebanyak 600.000 ton akan diimpor dari Vietnam dan sebanyak
120.000 ton dari India. Namun, hingga saat ini, dari kesepakatan itu,
baru 200.000 ton yang sudah masuk ke Indonesia.
Menurut Rusman,
volume impor pada 2012 ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan di
tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 1,5 juta ton beras.
Namun, ia masih meminta Perum Bulog menjamin agar beras impor yang masuk
digunakan hanya untuk memperkuat cadangan beras pemerintah. "Sepanjang
dalam rangka memperkuat cadangan beras pemerintah, tidak masalah. Tapi
kami tetap menyatakan sebenarnya kita surplus beras, karena produksi
bagus," ujarnya.
Pemerintah, ia melanjutkan, memberikan izin
impor beras untuk memperkuat cadangan beras melalui Perum Bulog.
Sehingga, Bulog memiliki kemampuan untuk penetrasi pasar jika ada
gejolak harga melalui operasi pasar. "Tidak apa-apa ada beras impor,
sepanjang untuk kepentingan Bulog bukan untuk masuk ke pasar," kata
Rusman.
http://www.tempo.co/read/news/2012/12/02/092445436/Beras-Impor-Harus-Sudah-Masuk-Sebelum-Februari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar