Rabu, 22 Mei 2013

Beras Anfal Ditemukan di Gudang BULOG Mulangmaya, Sampel masih Diperiksa

21 Mei 2013

KOTABUMI SELATAN - Beras anfal alias tak laik konsumsi beredar pada rakyat miskin di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kian nyata. Buktinya didapatkan setelah Polres Lampura mengkroscek ke Gudang Badan Urusan Logistik (BULOG) Sub Divre II Lampura di Desa Mulangmaya, Kecamatan Kotabumi Selatan. Dalam pemeriksaan itu, polisi menemukan puluhan karung beras asal Jombang, Jawa Timur (Jatim) yang tak laik konsumsi.
”Sabtu (11/5) lalu, kami kroscek langsung ke gudang dan meminjam satu karung beras untuk dijadikan sampel,” jelas Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lampura, Iptu. Suprianto mewakili Kapolres Lampura, AKBP Frans Sentoe, kemarin (20/5).
Kepada Trans Lampung, Suprianto menerangkan, di karung raskin itu, ditemukan tulisan dari Jombang, Jawa Timur. ”Barang tersebut menurut informasi, masuk sekitar bulan Februari dan Maret 2013 lalu,” terangnya. Terkait adanya beras yang sudah didistribusikan ke masyarakat, Suprianto menyatakan, pihaknya belum melakukan investigasi lebih lanjut. Namun menurut informasi yang didapat dari Kepala Gudang BULOG, Lubis, sudah sekitar 70 ton dari 1.000 ton beras asal Jombang, yang sudah dibagikan ke masyarakat.
”Nah, sisanya tidak jadi dibagikan, karena banyak komplain dari masyarakat waktu itu. Kita mendapat informasi ada beberapa truk Fuso yang datang untuk membawa beras itu kembali ke Bandarlampung,” jelasnya. Kanit Tipiter Polres Lampura juga mengatakan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan pada Kepala Sub Divre II Bulog Lampura, Agus Siswantara. Dengan alasan pembagian beras diduga tidak laik konsumsi itu sudah dihentikan dan sudah diganti dengan beras dari Vietnam.
”Langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Polda Lampung terkait keberadaan beras yang diduga tak laik konsumsi ini. Karena beras ini sudah dibawa ke Bandarlampung. Jadi, kita akan konsultasikan dengan polda dan akan diapakan beras asal Jatim itu,” tegasnya. (fam/ayp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar