Senin, 17 Desember 2012

Sumbar Tak Perlu Impor Singkong

16 Desember 2012

HASIL TANI 200 RIBU TON PERTAHUN
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura (Dipertahor) Sumbar, Djoni membantah jika Sumbar terancam krisis singkong. Diakuinya, memang secara nasional Indonesia mengimpor singkong, namun khusus di Sumbar kebutuhan Singkong masih mencukupi, sehingga tidak perlu mene­rima impor singkong.
Secara umum kebutuhan singkong Sumbar tiap tahu­nnya hanya sebanyak 200 ribu ton pertahun. Sementara produksi singkong Sumbar sudah melebihi kebutuhan tersebut.
Menurutnya, ketersediaan singkong tersebut memang dikendalikan sesuai dengan kebutuhan. “Kita memang mengarahkan masyarakat untuk menanam singkong itu terbatas, tidak banyak dan tidak kurang. Sebab selain harga yang tidak begitu baik, untuk tranportasi singkong ini sangat sulit,” sebut Djoni.
Disebutkannya, kebutuhan singkong Sumbar hanya untuk usaha keripik dan usaha kecil dan menengah lainnya. Kebu­tuhannya itu sudah terpenuhi oleh singkong lokal.
Dari data Dinas Pertahor Sumbar produksi Singkong di Sumbar tiap tahun terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan. Pe­ning­katan itu juga tidak banyak, atau sekitar 0,5 persen tiap tahunnya atau sekitar 10 ribu ton/tahun.
Sebaliknya, kebutuhan juga hanya sekitar 0,5 persen pertahunnya. Tahun 2011 lalu produksi singkong Sumbar hanya sebanyak 191 ribu, kemudian tahun 2012 naik menjadi 219 ribu ton diper­kiran tahun 2013 mendatang produksi akan mencapai 234 ribu ton.
“Penambahan itu karena peningkatan jumlah lahan,” ujarnya Djoni. Sebelumnya secara nasional Indonesia tercatat mengimpor singkong Rp32 miliar dari 3 negara, yakni China, Taiwan, dan Thailand. Kalangan pengusaha menilai, pemerintah kurang menggenjot produksi dalam negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong yang dila­kukan Indonesia dari Januari hingga Oktober 2012 mencapai 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp32,3 miliar.

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=19752:sumbar-tak-perlu-impor-singkong&catid=50:laput&Itemid=202

Tidak ada komentar:

Posting Komentar