13 Desember 2012
Penulis : Eny Prihtiyani
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun ini impor
tepung singkong melonjak drastis. Minimnya kapasitas industri pengolah
di dalam negeri, membuat kebutuhan tepung singkong sulit terpenuhi.
Padahal, pertumbuhan industri pengguna tepung singkong cukup pesat.
Kondisi itu harus disikapi agar lonjakan impor tidak makin parah.
Wakil
Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, kepada Kompas, di Jakarta, Kamis
(13/12/2012) mengatakan sampai dengan bulan September 2012, impor
tepung singkong sudah mencapai 587.000 ton. Angka tersebut naik tajam
jika dibandingkan total impor pada tahun 2011 yang mencapai 435.000 ton.
Tepung singkong banyak digunakan sebagai bahan baku industri kertas, plywood, tekstil, dan industri makanan-minuman.
Menurut dia, lonjakan impor tersebut kemungkinan terjadi karena naiknya harga jagung dan gandum di pasar internasional.
"Selain
menggunakan tepung singkong, mereka juga bisa pakai tepung jagung atau
tepung gandum. Namun karena harga keduanya naik, maka tepung singkong
menjadi pilihan," ujarnya.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/12/13/15280742/Impor.Tepung.Singkong.Melonjak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar