9 Desember 2012
BANYUMAS--MICOM: Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan
masih adanya impor beras ke Indonesia bukan karena produksi beras dalam
negeri merosot. Namun, karena persoalan manajemen stok oleh Badan Urusan
Logistik (Bulog).
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengakui kalau Indonesia
masih mengimpor beras sebanyak 700 ribu ton. "Tetapi impor yang
dilakukan bukan karena produksi beras nasional yang merosot. Justru
sebaliknya, tahun ini produksi beras nasional mengalami kenaikan 4,9%
jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," katanya.
Diungkapkan, produksi sampai akhir tahun diperkirakan mencapai 38
juta ton setara beras, sedangkan kebutuhan 33 juta ton. Sehingga masih
ada surplus sekitar 4-5 juta ton.
Persoalannya adalah, kata Rusman, ada waktu-waktu di mana tidak
panen, sehingga stok pada bulan tertentu mengalami penurunan.
Seharusnya, Bulog sudah mengantisipasi bergesernya musim tanam yang
tentu berdampak pada perubahan waktu panen. Sehingga Bulog memiliki
cadangan beras setiap saat.
"Perubahan iklim harus ada antisipasi, bagaimana kalau maju, dan
jika mundur bagaimana. Kalau masa panen maju, tentu harus menyiapkan
esktra cadangan beras, sehingga Bulog dapat menyerap hasil panen petani
ebanyak-banyaknya. Kalau tidak segera menyerap, bisa kehilangan
momentum" kata Rusman.
Sehingga, lanjut Rusman, perlu adanya langkah cerdas dalam manajemen
stok. Sehingga stok beras yang ada di Bulog setiap saat ada dan mampu
mencukupi memenuhi kebutuhan terutama dalam penyaluran raskin.
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/09/368880/4/2/Impor-Beras-karena-Bulog-Tidak-Piawai-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar