REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Impor beras pemerintah jelang panen raya dinilai sebagai permainan mafia.
“Dalam
hal ini KPK perlu proaktif mengamankan uang negara yang digunakan untuk
impor pangan dan hortikultura. Kami dukung untuk mengusut dan
menyelidiki adanya invisible hand mafia impor beras agar petani dan
rakyat kecil tidak jadi korban mafia impor,” ujar politisi PKS Hb.
Nabiel Al-Musawa melalui siaran persnya, Jumat (7/12).
Anggota
Komisi IV DPR RI ini menegaskan, masyarakat sebenarnya tidak memerlukan
impor beras. Pasalnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan
stok beras nasional sampai saat ini masih cukup aman. Yakni, perkiraan
produksi padi meningkat 4,87% menjadi 68,96 juta ton gabah kering giling
(GKG).
Kondisi
ini ironis dengan koordinasi Menko Perekonomian melalui Kementerian
Perdagangan dan Bulog yang berkolaborasi melakukan impor beras di akhir
tahun 2012 ini sebanyak 720 ribu ton beras. Yaitu, 120 ribu ton dari
India dan 600 ribu ton dari Vietnam. Angka itu adalah 72 persen dari
izin impor yang diberikan Kementerian Perdagangan sebanyak 1 juta ton.
“Capaian
gabah setinggi apapun tidak akan pernah mencukupi jika mindset dan
paradigma pemerintah mengenai importasi dan kedaulatan pangan tidak
berubah,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar