21 Juli 2013
BANDUNG, (PRLM).- Anggota Panja RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) DPR, Habib Habiel Almusawwa mengatakan, Bulog sebagai stabilisator harga daging sapi belum menjalankan tugasnya dengan baik. "Seharusnya jika memang diamanatkan menurunkan harga daging, jangan ambil untung terlalu besar sehingga harga jualnya bisa terjangkau oleh masyarakat," kata Habib dalam rilisnya ke "PRLM", Minggu (21/7/2013).
Habib melanjutkan, dari kasus mutu daging sapi impor rendah itu menunjukan pemerintah belum memiliki solusi jitu untuk menurunkan harga daging sapi, sesuai permintaan masyarakat dan pedagang. Padahal penugasan Bulog dimaksudkan untuk menstabilkan harga daging jelang Ramadan dan Lebaran, tapi sampai saat ini harga masih tetap stabil tinggi.
Kenaikan harga daging sapi yang cukup tinggi dan di luar kewajaran, bahkan ada yang menembus harga di atas Rp 100 ribu per Kg di beberapa pasar di Indonesia bukan hanya karena sebagai dampak kenaikan harga BBM. Namun, kenaikan itu disebabkan minimnya pasokan yang diduga dimainkan oleh kartel daging sapi yang melakukan operasi ambil untung dari hulu ke hilir," ujarnya.(A-71/A-147)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/243619
Tidak ada komentar:
Posting Komentar