Jumat, 08 Januari 2016

Pemkab Sumenep Tuding Bulog Lelet Dalam Pendistribusian Raskin

Kamis, 7 Januari 2016

Newsmadura. com Sumenep – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, menyesalkan sikap pengelola Gudang Bulog setempat, terkait lambannya pendistribusian bantuan beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) tahun 2015. Bulog Sumenep dinilai lamban dan tidak sigap menyediakan beras bantuan untuk keluarga sejahtera sejak awal tahun.

“Salah satu faktor lambannya pendistribusian Rastra ke masyarakat, karena stok rasta di gudang bulog Sumenep habis. Ya maklum, soalnya bulog tidak persiapan sejak tahun,” kata Moh. Hanafi, Kabag Perekonomian Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten (Setkab) Sumenep, Kamis (7/1/2016).

Menurutnya, sejak awal tahun 2015, persediaan beras di gudang bulog Sumenep tidak normal. Persediaan beras baru normal pada bulan April, dan baru bisa didistribusikan ke penerima ditingkat desa pada bulan Mei 2015. Padahal sesuai peraturan, pengadaan dan pendistribusian rasta, sepenuhnya menjadi tanggungjawab bulog. Namun karena bulog tidak siap dan lambat menyediakan rasta, penebusan rasta menumpuk di akhir tahun.

”Jadi, meskipun Kepala Desa (Kades) melakukan penebusan di bulan sebelumnya, tidak bisa langsung didistribusiakan, karena berasnya belum siap dan baru bisa didistribusikan pada bulan berikutnya. Makanya penebusannya menumpuk seperti ini,” katanya.

Sedangkan akibat ketidak siapan bulog Sumenep, banyak rasta milik masyarakat yang belum didistribusikan. Salah satunya yang terjadi di Kecamatan Lenteng, sampai saat ini sebanyak 300 ton rasta belum didistribusikan, karena stok beras di gudang bulog Sumenep kosong, atau tidak mencukupi.

Sementara Rastra yang belum terdistribusi ke 332 desa di 27 Kecamatan, baik daratan maupun kepulauan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 2000 ton. Jumlah rasta sebanyak itu, sudah ditebus oleh Kepala desa, meski berasnya belum ada. (di/diens)

http://newsmadura.com/berita-sumenep/pemkab-sumenep-tuding-bulog-lelet-dalam-pendistribusian-raskin/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar