Kamis, 02 Juli 2015

Tidak Rela Rakyat Indonesia Dapat Raskin Berkutu, Prof Maksum: Perbaiki Tata Kelola Pangan!

Rabu, 01 Juli 2015


RMOL. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tidak rela rakyat Indonesia menerima beras miskin (raskin) yang tidak layak dikonsumsi.

Demikian disampaikan Ketua PBNU bidang perekonomian Prof KH Maksum Mahfudz saat dalam Seminar Nasional Pra Muktamar NU bertajuk “Menyoal Ekonomi Kerakyatan dan Kedaulatan Pangan di era Jokowi” di lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (1/7).
   
"Ada nggak tetangga kita yang terima raskin, nggak ada. Justru yang diterima itu rasnguk (beras penguk) dan berkutu. Itu yang mereka terima,” tandasnya.

Karena raskin tidak dimakan, lanjutnya, dampaknya beras naik. Akhirnya terjadi inflasi. "Dan ini dampaknya luar biasa. Kita tahu, kontribusi beras dalam pangan 20 persen. Janganlah petani diinjak-injak terus," tegasnya.

Ia berharap, pemerintah merombak tata kelola pangan. Ia mengutip kaidah Fiqih, tasharruf al-imam ala al’-raiyyah manuthun bi al-mashlahah. (Kebijakan pemerintah atas rakyatnya didasarkan pada aspek kemaslahatan).

"Pemerintah saya harap melakukan perombakan atas tata kelola pangan," pungkasnya. [arp]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar