Senin, 06 Mei 2013

RASKIN: DPRD Minta Penyaluran Diawasi

5 Mei 2013

TERNATE– Anggota DPRD Maluku Utara (Malut) meminta pemerintah daerah (pemda) setempat untuk mengawasi penyaluran beras miskin (raskin), karena fakta selama ini menunjukkan banyak penyimpangan dalam penyalurannya.
“Kami banyak dapat keluhan dari masyarakat mengenai penyaluran raskin yang tidak sesuai dengan ketentuan, untuk itu kami minta pemda serius mengawasi penyalurannya,” kata Anggota DPRD Malut Yusman Arifin di Ternate, Minggu (5/5).
Penyaluran raskin di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) misalnya warga miskin penerima raskin di daerah itu mendapat jatah raskin berkualitas jelek dan tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, sehingga mereka memutuskan untuk menolaknya.
Ada pula di kabupaten lain di Malut, kata Yusman Arifin, raskin yang diberikan kepada warga telah dinaikkan harganya menjadi Rp3.000 per kg, padahal sesuai SK Gubernur harga beras bantuan pemerintah itu Rp1.600 per kg, sudah termasuk untuk transportasi.
Bahkan banyak pula warga yang hanya menerima raskin sebanyak 10 kg dari 15 kg per bulan yang harus diterimanya, karena sebagian diduga telah dijual oleh oknum yang mengurus raskin itu ke pihak lain dengan harga lebih tinggi.
Menurut Anggota DPRD Fraksi Golkar tersebut, kasus seperti itu terjadi karena pemda dan instansi terkait lainnya tidak melakukan pengawasan secara ketat terhadap penyaluran raskin dan hanya menerima laporan tertulis, yang tentu sudah dimanipulasi sehingga terkesan tidak ada penyimpangan.
Oleh karena itu, kedepan pengawasan terhadap penyaluran raskin harus lebih ketat dan selalu disertai dengan pengecekan di lapangan, baik dari segi volume beras maupun kualitas agar rakyat miskin tidak dirugikan.
Ia juga menghimbau kepada pemda untuk melakukan pendataan secara riil mengenai warga miskin yang berhak mendapatkan bantuan raskin, karena fakta di lapangan menunjukkan banyak warga miskin yang seharusnya mendapat jatah raskin tapi tidak dimasukan, tapi sebaliknya warga yang mampu justru didata sebagai penerima raskin.
Apalagi pemerintah akan menyalurkan lagi kompensasi dari akibat akan dinaikkan harga BBM bersubsidi dan ini pasti akan mendorong warga yang walaupun tidak berhak mendapatkan kompensasi akan berusaha mendapatkan bantuan itu. (Antara/juanda)

http://www.bisnis-kti.com/index.php/2013/05/raskin-dprd-minta-penyaluran-diawasi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar